Menu
Showing posts with label pandemi. Show all posts
Showing posts with label pandemi. Show all posts

Haleluya! Kristus Telah Bangkit!



Mengucapkan kata-kata ‘Haleluya! Kristus telah bangkit!’ seperti minum segelas air dingin setelah keluar di padang pasir sepanjang hari. Masa puasa telah berakhir dan sekarang saatnya untuk merayakan kegembiraan Paskah! Paskah sebagai puncak iman kristiani. Setelah kisah sengsara, kini saatnya merayakan paskah.
Pada Malam Paskah, diawali dengan menyanyikan exsultet (pujian paskah) dalam kegelapan. Keadaan dalam gereja hanya diterangi lilin. Exsultet adalah nyanyian pujian yang indah bersukacita karena kemenangan Kristus atas dosa dan kematian. Ada salah satu bagian menyatakan:
Betapa agung kasih-Mu Bapa terhadap kami
Sampai Putra-Mu kau serahkan untuk menebus para hamba
Sungguh perlu dosa Adam, yang telah dilebur oleh wafat Kristus.
O dosa yang menguntungkan sebab mendatangkan penebusan semulia ini!

Bait di atas istimewa karena menyebut dosa Adam "diperlukan" sehingga " menguntungkan sebab mendatangkan penebusan semulia ini." Pada awalnya, mungkin tampak aneh. Mengapa kita menyebut dosa Adam, dosa asal diperlukan diperlukan untuk mendatangkan kebahagiaan. Jawabannya adalah karena adanya Paskah. Hal itu karena Allah, dalam kebijaksanaan dan kasih-Nya yang sempurna kepada ciptaan-Nya, mengambil dosa dan konsekuensi dari dosa (kematian) serta menggunakannya sebagai sarana keselamatan dunia.
Mungkin sulit untuk dipahami sehingga perlu dipikirkan lebih dalam. Pandangan tradisional kita adalah tanpa dosa Adam, Allah tidak akan menjadi manusia. Karena itu, Tuhan tidak harus menjadi salah satu dari ciptaan-Nya (baca:manusia) jika tidak ada dosa di bumi. Akan tetapi, karena kasih-Nya yang besar kepada ciptaan-Nya Allah pun menjadi sama dengan ciptaan-Nya. Jadi, dosa asal Adam serta semua dosa di masa depan, Allah dalam kuasa dan kasih-Nya yang sempurna memilih untuk menggunakannya sebagai sarana keselamatan dunia.
Bagaimana caranya? Dengan membiarkan dosa-dosa dunia menganiaya Dia dan menyalibkan Dia, lalu mengubah penderitaan dan kematian itu menjadi sarana keselamatan. Yesus menghancurkan dosa dengan menghancurkan konsekuensi dari dosa yaitu kematian. Kematian hilang dalam Kebangkitan! Kebangkitan Yesus menghapuskan efek dari semua dosa bagi mereka yang berpegang teguh kepada-Nya.
Paskah adalah saat ketika kita harus melakukan hal itu. Berpegang teguh kepada Tuhan kita yang telah bangkit! Berpegang teguh pada Yesus yang hidup dan bangkit. Bagaimana kita berpegang teguh pada Tuhan kita yang telah bangkit?


Ada banyak cara salah satunya adalah bersuka cita dalam segala hal. Mulailah dengan apa pun yang paling memberatkan anda. Apa pun itu yang membuat anda marah, sedih atau tertekan. Seberat apa pun itu, tetap saja berpotensi menjadi salah satu sumber rahmat dan sukacita.
Jika penyaliban Yesus yang kejam, Anak Allah, dapat berubah menjadi peristiwa terbesar dalam seluruh sejarah manusia, maka penderitaan pribadi, beban, atau bahkan dosa kita dapat menjadi sumber sukacita besar selama kita membiarkan Allah mengubahnya menjadi bagian dari kebangkitan-Nya!
Inilah arti Paskah! Paskah berarti tidak ada yang bisa menjauhkan kita dari sukacita yang Allah ingin berikan. Tidak ada yang bisa mencuri kesenangan itu. Tentu, kadang-kadang kita akan berjuang seperti yang Yesus lakukan dalam penderitaan di taman Getsemani dan Via Dolorosa (Jalan Salib), tetapi penderitaan itu tidak akan menang. Kebangkitan Kristus menghalau segalanya.
Saat ini memang kita sedang dilanda pandemi covid-19 dan karantina pribadi rumah masing-masing. Selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu aktivitas kita hanya di dalam rumah. Tentu saja hal itu membuat kita bosan dan jenuh. Akan tetapi, justru di situlah sumber suka cita. Ketika mampu mengendalikan diri untuk tetap stay at home sehingga penyebaran virus ini berkurang maka kita telah menyebarkan suka cita berlimpah kepada banyak orang.
Paskah tahun 2020 sangat berbeda dari paskah tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada upacara meriah di gereja. Semua umat dihimbau untuk melakukan doa di rumah masing-masing. Suka cita paskah pun bisa dirasakan di mana-mana. Kebangkitan Kristus dari alam maut adalah kesempatan bagi kita untuk ikut bangkit melawan penyebaran virus corona dengan cara kita masing-masing. Kebangkitan Kristus hanya bermakna untuk orang-orang yang ingin memperbaharui dirinya dan selalu bersuka cita meskipun sedang dilanda pandemi seperti saat ini.
Selamat Paskah!!!

Sumber Gambar: localprayers.com

Bangkit Bersama Kristus Menjadi Pahlawan Sejati



Sebuah kesedihan yang mendalam sekaligus terharu bagi kita di tengah situasi saat ini yang telah membuat kita takut dan panik serta tidak lagi peduli dengan sesama. Dengan semakin banyaknya orang yang pulang kampung memicu perdebatan yang saling menyalahkan dan hampir tidak menemukan titik temu.
Keadaan yang begitu sulit dan pelik. Belum lagi penyebaran isu-isu serta berita-berita palsu hanya menambah ketakutan, kecemasan dan kepanikan. Orang-orang pun mencoba mendekatkan diri kepada Allah sebagai empunya kehidupan. Di tengah pandemi yang semakin parah orang-orang hanya bisa berharap kepada Tuhan agar dapat beraktivitas seperti sedia kala. Agar keadaan semakin membaik dan penyebaran virus corona segera di atasi.
Tantangan lain yang dihadapi saat ini khususnya umat Kristiani adalah tidak dapat merayakan paskah meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Malam perjamuan terakhir, perarakan sakramen, mengenang kisah sengsara Yesus sata Jumat Agung yang seharusnya begitu agung dan perayaan kebangkitan Kristus dari alam maut tidak dapat dirayakan secara Bersama-sama.
Hening seketika. Kisah sengsara di hari Jumat Agung dalam proses penyembahan terhadap salib yang seharusnya dirayakan begitu sakral dan khitmad hanya bisa disaksikan melalui layar gadget. Sabtu suci yang seharusnya meriah di paroki-paroki dan stasi-stasi diiringi dengan paduan suara dan cahaya lilin paskah tidak dapat dirayakan secara meriah. Di gereja-gereja hanya dihadiri oleh segelintir orang yang menjadi pelayan perayaan ekaristi atau ibadat. Perayaan paskah yang memilukan hati.


Hari ini, dalam tragedi pandemi coronavirus dan pada hari raya Paskah, Yesus mengajak kita agar bangkit bersama-sama dengan Dia dan berpegang teguh kepada-Nya. Yesus yang tersalib, mengajak kita untuk melihat salib dan merenungkan betapa besar cinta kasih Allah bagi kita. Bahkan sampai Dia memberikan putra-Nya kepada kita semua.
Kita pun diajak untuk belajar dari Bunda Maria yang menatap putranya yang disalibkan dengan keheningan batin dan tatapan hati. Ketakutan yang luar biasa juga dialami oleh murid-murid Yesus di saat mereka diterjang badai. Ketakutan dan kecemasan yang luar biasa tidak saja dialami oleh kita tetapi juga dialami oleh Yesus sendiri dan murid-murid-Nya. Tetapi, kita diajak agar menyerahkan segala kekuatiran dan kecemasan kepada-Nya. Belajar pada Abraham yang selalu berharap pada Allah. Meskipun harus menjadikan putranya sebagai persembahan kepada Allah, Abraham pun berani melakukannya. Kita pun diajak agar bisa seperti dia.


Memang saat ini kita sedang menghadapi pandemi yang ganas dan mematikan. Bahkan sekadar untuk berkumpul dan memuliakan Allah secara Bersama-sama pun tidak bisa dilakukan. Penyebaran berita palsu dan masih banyak persoalan lainnya. Akan tetapi, kita tidak bisa terus terlarut dalam keadaan seperti itu. Kita perlu bangkit dan berharap bahwa badai pasti berlalu. Semua persoalan yang sedang kita hadapi saat ini adalah ujian yang mesti kita lewati. Saat ini, kita bergandengan tangan untuk bersama-sama menghadapi ujian itu. Bukan saling menyalahkan.
Sebagai penutup dari tulisan dan renungan singkat ini, penulis ingin mengajak kita semua untuk menyudahi perdebatan yang tidak penting yang hanya dapat merugikan sesama, menyebarkan isu-isu serta berita-berita palsu yang membuat kita semua takut dan cemas.
Alangkah akan lebih baik jika kita bergandengan tangan dan memberi diri menjadi "pahlawan sejati" dalam menolong sesama dengan memberikan berita-berita positif yang baik dan bermanfaat. Tidak semua di antara kita bisa memberikan pertolongan saat ada yang menderita, tetapi kita bisa mencegahnya dengan menertipkan diri sendiri. Berani menertipkan diri sendiri akan memutus penyebaran berita palsu atau hal-hal lain yang merugikan sesama.


Kebangkitan Kristus dari alam maut adalah momen kita untuk kembali menata diri untuk berlangkah maju. Semua yang ada di bawah kolong langit ini tidak ada yang sia-sia. Kita hanya perlu melihatnya dari berbagai sisi yang bisa memberikan dampak positif untuk orang lain. Agar, perayaan suka cita paskah bisa membawa suka cita kepada semua orang yang kita jumpai.
Paus Fransiskus mengatakan bahwa sama seperti Allah Bapa menopang Yesus dalam penderitaan dalam Sengsara-Nya, Tuhan juga mendukung setiap orang yang cinta akan pelayanan-Nya kepada orang lain. Paus juga menambahkan bahwa Yesus ingin agar kita membuka hati untuk menerima rahmat keberanian sehingga kita bisa merasakan cinta penghiburan dari Tuhan yang menopang hidup kita.

Selamat pesta paskah untuk kita semua... (Afin Gagu, Tiggal di Manggarai)

Sumber gambar: Dokumentasi pribadi Afin Gagu